KAMU DAN SEGALANYA


Kamu meramu mantra-mantra bijak

Kesederhanaan hidup yang kamu idam-idamkan

Tapi diammu adalah kepalsuan 

Menutupi kesenjangan yang sengaja tampil memukau


Kamu pun terpaksa harus pura-pura mengerti

Sedang akal masih terperangkap belenggu

Nurani yang menolak jujur perihal kesungguhan diri

Bahwa sosok di cermin itu adalah amarah yang sedang menggebu


Realitas memaksamu bijak menyikapi tragedi

Dalam pendewasaan diri Tapi

Kamu justru terjebak dalam perangkap

Kebodohan sendiri

Akui saja dirimu bukanlah yang terbaik

Karena itu satu-satunya jalan keluar

dari belenggu yang menyiksa hati


Kamu gagal, dan itu benar

Kamu gagal, dan itu wajar

Karena kita manusia

Kamu bukan burung hantu bijaksana

dalam cerita dongeng malam


Terimakasih karena tetap hidup !


- 23 oct

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lusuh

TAHAP PRODUKSI : BERMAIN DENGAN KAMERA

Apakah judul itu penting?