Dinding diam

Jika aku sanggup berdoa pada diamku

kemana aku akan berlari dan menemukan pelukan selain sunyi 

tiap pertanyaan itu membeli takdir dan menjual jiwaku di jalanan

Aku seperti sampah-sampah di balik dinding rumah, seperti sebotol bir yang pecah di kepala seseorang, merangkak memberi setitik terang pada napas yang kuhirup sia-sia 

Aku tak berjalan melampaui waktu, dan siap menerima apapun penuh resah

Tak ada hadiah atau makna yang jujur, ini dunia dan tak ada yang akan mendengarkanmu.

Bu, aku dapatkan tidur dari sebuah alasan, 

aku butuh tenang sedikit dan menjadi apapun yang kusukai

Ibu, aku hanya letih sewaktu-waktu, 

aku bukan seperti pria yang keren di jalanan 

dan tak kutangisi lagi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lusuh

TAHAP PRODUKSI : BERMAIN DENGAN KAMERA

Apakah judul itu penting?