KONVENSI DALAM TATA SUARA
PENGERTIAN TATA SUARA :
Tata Suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi
pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Tata Suara
memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi
satu bagian tak terpisahkan dari Tata Panggung dan bahkan acara
pertunjukan itu sendiri.
Speech merupakan unsur suara yang
isinya berupa percakapan dari tokoh didalam film. Speech terbagi menjadi 4,
yaitu Monolog, Dialog, Narration dan Direct Address.
Monolog
adalah percakapan tanpa lawan
bicara, maksudnya adalah ketika seorang tokoh berbicara dengan dirinya
sendiri tanpa ada pendengar.
Dialog adalah percakapan dimana tokoh
didalam adegan berbicara dengan satu orang lain atau lebih.
Narasi adalah pecakapan dimana tokoh yang
berbicara tidak terlihat didalam frame, yang biasanya dipakai untuk
pengantar adegan. Narasi merupakan pengantar adegan yang efisien untuk
menjelaskan permasalahan tanpa perlu melakukan visualisasi.
Direct Address adalah percakapan dimana tokoh
didalam adegan berbicara langsung kearah penonton.
Musik didalam film digunakan untuk
menambahkan dramatisasi dalam sebuah cerita, dimana gambar dan suara sudah
tidak mampu lagi memperkuat efek dramatis, tetapi apabila gambar dan suara yang
ada sudah mampu menampilkan efek dramatis, musik juga dapat dipergunakan untuk
lebih memperkuat efek tersebut. Karena dengan menggunakan musik, pembuat film
dapat mengendalikan emosi penonton dalam mengikuti cerita. Musik dalam film
dapat digunakan untuk menaikan atau menurunkan emosi penonton, sesuai dengan
kebutuhan cerita. Kehadiran musik digunakan untuk merangsang dan mengarahkan
perasaan sesuai dengan apa yang dilihat secara visual : senang, sedih, takut, tertekan,
dan lain-lain. Sumber dramatis dari musik dalam sebuah adegan dapat bersifat
berkaitan dengan adegan, atau fungsional dan realitas.
Efek suara merupakan suara – selain
dialog – yang dihasilkan oleh orang ataupun benda, bersamaan dengan suara-suara
yang muncul secara alami pada latar belakang. Efek suara dalam film digunakan
untuk menekankan informasi yang hendak disampaikan, memberikan kesan realita
didalam ruang cerita, menciptakan ilusi dan juga mood dalam cerita. Efek suara
bisa berkaitan dengan kejadian di dalam atau di luar screen.
Berdasarkan fungsinya, efek
suara dibagi menjadi 2:
- Efek fungsional, yaitu efek suara yang digunakan untuk menambahkan efek dramatisasi didalam film.
- Efek realitas, yaitu efek suara yang sumbernya berasal dari dalam ruang adegan cerita, digunakan untuk menciptakan realita didalam ruang cerita film.
Berdasarkan jenisnya, efek suara dalam
film dibagi menjadi 2:
- Spot Effect, yaitu efek suara yang berasal dari suatu sumber suara tertentu, misalnya suara pintu, suara ketukan, suara ban pecah dll.
- General Effect, yaitu efek suara yang berasal dari berbagai sumber disuatu tempat, baik jauh maupun dekat, misalnya suara didalam sebuah ruangan (room tone) ataupun suara lingkungan (ambience/atmosphere).
Ambience Ambience adalah suara latar yang hadir di dalam
adegan atau sceneuntuk menunjukan tempat (lokasi). Misalnya, suara ombak akan
menginterprestasikan laut atau pantai. Kemudian suara burung – burung
akan lebih meninterpresentasikan pedesaan atau penggunungan dan bias juga
suasana pagi. Fungsi dari adanya ambient sound sangat penting di
dalam produksi suara film, selain untuk menunjukan tempat dapat
pula berfungsi sebagai kesinambungan suara pada adegan film,
sehingga penciptaan visual yg dibuat dari susunan shot tidak terasa oleh
penonton. Hal yang sangat penting dari Ambience adalah untuk membangun mood
dalam film.

Komentar
Posting Komentar