Lomba Festival Pasar Baba Boentjit
PASAR
BABA BOENTJIT
Jempatan
Ampera merupakan icon paling terkenal di kota Palembang dan merupakan jembatan penghubung antara ilir dan ulu
kota palembang, selain jembatan Ampera kalian juga bisa melihat Icon kota
palembang lainnya seperti Benteng Kuto Besak (BKB) dan juga tugu Iwak Belido.
Tugu Iwak Belido merupakan icon baru kota Palembang yang baru diresmikan pada
tahun ini.
Disini
kita akan menuju pasar baba boentjit yang terletak di 3-4 ulu kota Palembang
untuk mencapai lokasi, kalian bisa menggunakan transportasi darat dan sungai.
Tetapi akan lebih menyenangkan jika kalian menggunakan tranportasi sungai, kalian
bisa naik ketek dari pelabuhan iwak belido yang terdapat di benteng kuto besak,
ketek disini disediakan oleh pihak panitia Genpi secara geratis, selain itu
kalian juga bisa melihat icon kota Palembang yang lain yaitu jembatan Ampera
dan tugu iwak Belido. lokasi pasar Baba Boentjit dapat dicapai dalam waktu
10-15 menit.
Setelah tiba
dipasar Baba Boentjit kalian langsung tiba di meja registrasi dengan mengisi
nama dan alamat kalian tanpa biaya sepeserpun dan para panitia juga orangnya
sangat welcome dengan pengunjung . Di pasar ini kalian bisa menjumpai berbagai
makanan khas palembang dan juga salah satu kerajian tangan palembang yaitu
Nipah.
Pasar Baba Boentjit
menyedikan makan khas palembang secara gratis untuk 100 pengunjung pertama,
kalian disini bisa melihat langsung rumah peninggalan Baba Ong Boentjit yang
merupakan seorang saudagar terkenal pada masanya. Rumah ini sudah berusia 300
tahun yang masih beridiri kokoh tanpa renovasi dan rumah ini sekarang dihuni oleh generasi
ke-8. didalam rumahnya pun terdapat berbagai hiasan seperti tempat ibadah yang
dipadukan dengan gaya interior khas Palembang,
Pasar ini juga
menyediakan berbagai dekorasi yang sangat kreatif dan juga sangat bagus buat
jadi spot foto bagi kalian yang hoby foto untuk upload di sosmed selain itu
menyedikan makanan khas palembang seperti Pempek, srikaya, otak-otak, mie
celor, pindang patin,pempek panggang, kemplang tunu, dadar jiwo,es kacang merah
dan lain-lain. festival ini juga menampilkan tari kreasi khas Palembang dan workshop
pembuatan Nipah kerajinan tangan khas Palembang. festival ini juga dihadiri oleh
artis ibu kota Dinda kirana.
Saya disini banyak
bertemu para pengunjung, tetapi ada satu pengunjung yang berasal dari luar
kota. yaitu mbak kiki yang berasal dari banyuasin km 18 yang sempat sedikit
saya ajak berbicara, mbak kiki ini mendapatkan info dari salah seorang anggota
genPI dan melihat di akun sosmed yang memposting festival Baba Boentjit lalu
mbak kiki langsung follow akun @pasarbababoentjit untuk mengetahui rincian
acara disini lalu ia pun datang kesini karena rasa penasaran yang tinggi akan
festival ini dan rumah yang sudah berusia 300
tahun, dan yang paling menarik adalah dari beberapa pengunjung yang saya
jumpai disini mereka rata-rata tidak mengetahui
bahwa di Palembang terdapat rumah yang sudah berusia sangat lama.
Acara festival ini
sangat banyak memberikan ilmu pengetahuan bagi para pengunjung terutama buat
saya sendiri yang baru mengetahui rumah yang sudah berusia sangat tua. Menurut
saya rumah Baba Ong Boentjit ini sangat bagus untuk dijadikan salah satu tempat
wisata dikota Palembang, saya sangat berterimakasih kepada GenPI yang sudah mengadakan
festival yang banyak memberi ilmu pengetahuan dan sudah memperkenalkan berbagai
makanan khas palembang selain pempek. Saya harap GenPI dapat mengadakan lagi
festival seperti ini apa lagi secara gratis :D



Wahhh karena blog ini aku jdi kepingin kesana ahhh, bagus blognya suka
BalasHapusOm Naik ketek kesano berapo hargonyo om?
BalasHapuskalo kami kemarin disediake ketek oleh panitia kak gratis, tapi kalo nak pegi dewek biasonyo 5rbu per-orang kak
HapusSebelumnya saya Belum mendengar Tentang pasar Baba boentjit , tapi setelah membaca tulisan ini saya mendapat gambaran mengenai salah satu tempat wisata baru Di Kota Palembang ini . Terimakasih penulis atas informasinya
BalasHapusiy sama-sama bang
HapusJadi penasaran dengan pasar baba boentjit
BalasHapusdatang aja kesana kak naik ketek biar bisa liat jembatan ampera dari sungai kak heheh
HapusSebelumnya saya ga pernah tau tentang pasar baba boentjit ini, tpi setelah membaca blog ini (tanpa sengaja hehe) saya jd lbh mengenal tmpt ini, terima kasih utk infony yg mngkin akan berguna nnti nya😉
BalasHapusiy sama-sama, kesana aja mbak naik ketek bareng keluarga 5rbu per-orang
HapusPasar boentjit itu apa ya?sepertinya sya bru kmrn mendengar ,melihat blog ini saya jd penasaran untk ksna dn melihat keseruhan apa saja yg ada di pasar itu.ksna hrus naik ketek ya? Saya takut naik ketek wkwkw kira kira ada kendaraan yg lain yg bisa menuju ksna?
BalasHapuspasar baba boenjtit adalah festival rumah peninggalan Baba Ong Boentjit yang merupakan seorang saudagar terkenal pada masanya. bisa menggunakan tranfortasi darat kok mbak tapi saya gatau jalannya:D
HapusBeneran nih rumah itu udah 300thn? Aku orang Palembang kok baru tau ya, mksih buat penulis blog ini sdh kasih info. Mungkin kalo ada waktu kosong aku akan ksn langsung aja
BalasHapuskesana aja kak biar bisa lihat langsung heheh
HapusJd pengen ke sana, tp saya takut naik ketek. Kira2 ad jalur darat nggak utk akses ke sana??
BalasHapusada mbak jalur darat tapi saya kurang tahu mbak jalan menuju ke lokasi hhe
HapusBeberapa hari lalu saya mendengar tentang Pasar Baba Boentjit ini. Namanya terdengar asing, kemudian saya bertanya-tanya apa aja yang ada disana. Setelah itu saya searching diinternet dan menemukan blog ini. Karena blog ini saya jadi tahu latar belakang penamaan pasar ini, apa aja yang ada dan dijual disana. Terima kasih pak atas postingannya. Sangat bermanfaat👍
BalasHapussama-sama pantau trs ya blog ini :D
Hapusdesember ini saya ada rencana ke palembang, sepertinya bisa jadi destinasi wisata saya nantinya nih, makasih banyak infonya om. sukses selalu
BalasHapusiy mbak kalo ke plg bisa kok hubungin saya biar jadi tour guid hehehe
BalasHapus